DSB.
Jaga Kebersihan Mulai Dari Lingkungan Sekitar Kita
Kebersihan lingkungan mempunyai peranan yang sangat penting dan tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Menjaga kebersihan lingkungan sama artinya menciptakan lingkungan yang sehat, bebas dari kotoran, seperti debu, sampahdan bau yang tidak sedap. Dengan lingkungan yang sehat, kita tidak akan mudah terserang berbagai penyakit seperti demam berdarah, malaria, muntaber dan lainnya. Tidak hanya di bidang kesehatan, kebersihan lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap kenyamanan, keindahan dan keasrian lingkungan yang nantinya bermuara pada kedamaian. Semua ini dapat kita raih dengan melakukan perbuatan kecil dan sederhana, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kita.
Kebersihan lingkungan dimulai dari lingkungan rumah dan tempat kita bekerja. Untuk kebersihan lingkungan di sekitar rumah, kita lakukan dengan membersihkan halaman dan telajakan rumah. Mari biasakan diridengan pola hidup bersih.Sampah yang dihasilkan rumah tangga selanjutnya kita pilah menjadi tiga, sampah organik, sampah non organik dan sampah botol atau pecah belah. Dengan pemilahan jenis sampah ini akan sangat bermanfaat, sampah organik bisa kita jadikan kompos sehingga bermanfaat untuk menyuburkan tanah dan tanaman.Sampah non organik kita kumpulkan dan kita jual ke pengepul untuk didaur ulang sehingga memberikan nilai lebih. Sementara itu untuk tempat kerja, ciptakan suasana ruang kerja yang bersih, rapi dan indah sehingga kita nyaman dalam melakukan aktivitas pekerjaan sehari-hari. Perlu juga diatur jadwal untuk kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan kantor.
Hal yang tidak kalah penting adalah menanam tanaman. Tanaman mempunyai banyak fungsi yaitu sebagai penyaring debu, penyimpan air tanah, penyejuk dan pendingin alami. Selain itu tanaman juga dapat dijadikan sebagai taman yang akan memberikan suasana asri dan indah lingkungan sekitar kita.Dengan adanya pohon yang rindang, taman yang asri, otomatis kita akan menjadi nyaman dan betah di rumah maupun di kantor dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
Pengertian Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli dan Ruang Lingkupnya
Pengertian Ilmu Ekonomi
Kata ‘ekonomi’ diambil dari bahasa Yunani yaitu oikonomia. Oikonomia berasal dari dua kata yaitu “oikos” yang berarti “rumah tangga”, dan “nomos” yang berarti “peraturan”. Dapat disimpulkan, ekonomi adalah ilmu yang mempelajari cara memenuhi kebutuhan hidup manusia dengan sumber daya yang tersedia.
Seiring berjalannya waktu, kebutuhan manusia semakin banyak dan tidak terbatas. Nah, Ilmu Ekonomi memiliki peran yang sangat penting guna memenuhi kebutuhan hidup melalui barang atau jasa.
Pengertian Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli
1. Adam Smith
Ilmu ekonomi adalah penyelidikan tentang keadaan dan sebab adanya kekayaan negara.
2. N. Gregory Mankiw
Ilmu ekonomi adalah studi tentang cara masyarakat mengelola sumber-sumber daya yang langka.
3. Richard G. Lipsey
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari pemanfaatan sumber daya yang langka untuk memenuhi keinginan manusia yang tidak terbatas.
4. J. S. Mill
Ilmu ekonomi adalah sains praktikal tentang pengeluaran dan penagihan.
5. Robert B. Ekelund Jr. dan Robert D. Tollison
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari cara individu dan masyarakat yang mempunyai keinginan yang tidak terbatas memilih untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas demi memenuhi keinginan mereka.
6. Alfred Marshall
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari usaha-usaha individu dalam ikatan pekerjaan dalam kehidupannya sehari-hari dan membahas kehidupan manusia yang berhubungan dengan bagaimana ia memperoleh pendapatan dan bagaimana pula ia mempergunakan pendapatan itu.
7. Robert B. Ekelund Jr. dan Robert D. Tollison
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari cara individu dan masyarakat yang mempunyai keinginan yang tidak terbatas memilih untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas demi memenuhi keinginan mereka.
Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi.
1. Ekonomi Deskriptif
Ekonomi deskriptif adalah cabang ilmu ekonomi yang menggunakan angka, grafik, atau kurva sebagai dasar untuk menganalisis fenomena di wilayah tertentu. Hasilnya berupa data yang dapat digunakan untuk memahami situasi yang sedang terjadi. Contoh penerapan ekonomi deskriptif bisa kita lihat pada gambaran krisis moneter tahun 1998. Saat itu, ekonomi Indonesia memburuk akibat tingkat inflasi dan hutang negara yang tinggi.
2. Teori Ekonomi
Teori ekonomi adalah cabang ilmu yang mencari pengertian, menjelaskan hubungan sebab akibat, dan cara kerja sistem ekonomi. Di dalamnya, terdiri atas ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro.
3. Ekonomi Terapan
Ekonomi terapan adalah teori yang menemukan sebab akibat terjadinya krisis dan mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi lewat kebijakan pada bidang-bidang tertentu. Contohnya: ekonomi pembangunan, ekonomi politik, ekonomi industri, ekonomi syariah, ekonomi internasional, dan sebagainya.
Masalah Ekonomi Klasik dan Modern.
1. Masalah Ekonomi Klasik
Menurut Adam Smith, masalah ekonomi terdiri atas 3 hal, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi.
a. Produksi
Adalah kegiatan menghasilkan barang atau jasa. Masalah yang terjadi pada produksi bisa bermacam-macam. Seperti menentukan barang apa yang akan dibuat, modal yang tersedia, bahan baku, sumber daya manusia, dan kelangkaan.
Jika jumlah barang atau jasa lebih sedikit dari permintaan, maka timbul kelangkaan di pasaran. Akibatnya, harga barang atau jasa tersebut menjadi naik. Contohnya kelangkaan minyak goreng beberapa waktu lalu membuat harganya melonjak dua kali lipat.
b. Distribusi
Adalah kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Masalah distribusi meliputi pemilihan sarana distribusi dan teknik distribusi. Pemilihan sarana atau angkutan barang berpengaruh pada waktu tiba. Sedangkan teknik distribusi adalah upaya untuk menyalurkan barang ke konsumen dengan pengemasan yang baik.
c. Konsumsi
Adalah kegiatan mengonsumsi barang atau jasa. Masalah yang timbul di dalamnya meliputi apakah produk tersebut dapat digunakan dengan baik atau justru terbuang karena harganya yang terlampau mahal.
2. Masalah Ekonomi Modern
Sama seperti klasik, terdapat 3 masalah perekonomian modern, yaitu sebagai berikut:
a. Produk apa yang akan diproduksi? (What)
Produsen harus menentukan barang atau jasa apa yang akan diproduksi, apakah barang atau jasa tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, serta jumlah produk yang akan dijual ke pasaran.
b. Bagaimana cara memproduksi produk? (How)
Masalah ekonomi modern yang kedua, yaitu teknik untuk menghasilkan barang atau jasa. Memilih bahan baku, memperkerjakan pegawai, menentukan metode yang cocok untuk mengolah bahan baku, proses pengemasan, hingga pengiriman.
c. Untuk siapa barang atau jasa diproduksi? (To whom)
Terakhir, menentukan siapa yang akan mengonsumsi produk. Hal ini bisa dilihat dari karakter, usia, domisili, pekerjaan, status sosial, dan pendapatan masyarakat.
Pengertian Demokrasi
Demokrasi adalah sistem pemerintahan di mana seluruh rakyatnya turut serta memerintah dengan perantaraan wakilnya. Demokrasi juga diartikan sebagai gagasan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara.
Konsep demokrasi lahir dari Yunani kuno yang dipraktikkan dalam hidup bernegara antara Abad ke-4 Sebelum Masehi sampai dengan Abad ke-6 SM. Demokrasi memiliki beberapa prinsip, seperti persamaan hak, kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi, kebebasan berserikat, dan kebebasan beragama.
Sejarah Demokrasi di Indonesia
- Demokrasi Parlementer (1945-1959)
Pada fase ini, Indonesia resmi menjadi negara yang merdeka dan menerapkan sistem demokrasi parlementer. Sistem ini berlangsung hingga tahun 1959. - Demokrasi Terpimpin (1959-1965)
Pada masa ini, sistem demokrasi berubah menjadi sistem demokrasi terpimpin. Sistem ini berlangsung hingga tahun 1965. - Demokrasi Pancasila pada Era Orde Baru (1966-1998)
Pada masa ini, sistem demokrasi berubah menjadi sistem demokrasi Pancasila. Sistem ini berlangsung hingga tahun 1998. - Demokrasi Pasca Reformasi (1998-sekarang)
Setelah jatuhnya Presiden Soeharto pada Mei 1998, Indonesia mengalami proses reformasi politik yang membuka peluang bagi perkembangan demokrasi. Pada masa ini, Indonesia menerapkan sistem demokrasi yang lebih terbuka dan partisipatif.
Fungsi dan Peran Demokrasi di Indonesia
- Mewujudkan kedaulatan rakyat
- Menjamin hak asasi manusia
- Mendorong akuntabilitas pemerintah
- Melindungi keanekaragaman dan pluralisme
- Mendorong pembangunan ekonomi dan sosial
- Menjaga stabilitas politik
- Mendorong partisipasi masyarakat
- Menjaga keseimbangan kekuasaan.
Komentar
Posting Komentar